google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html

Alat Pernapasan untuk Manusia Bernafas

Kita bernapas sekitar 50 juta kali dalam hidup kita .Udara yang kita hirup pada saat bernapas tidak selamnya bersih karena adanya pencemaran udara.pencemaran udara ini biasanya berasal dari asap kendaran bermotor ,asap pabrik ,ataupun asap rokok .Udara juga dapat tercemar karena bau tak sedap yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah, limbah industri,ataupun kotoran hewan.Oleh karena itu kita harus rajin menjaga kebersihan lingkungan agar udara tidak tercemar.

Bernapas itu ya sederhananya menghirup gas oksigen dan mengeluarkan gas karbon dioksida kalau pengertian sistem pernapasan atau respirasi pada manusia intinya adalah semua organ yang berperan dalam proses pernafasan.

Oksigen merupakan gas yang sangat utama bagi proses pernapasan yang kita hirup dari udara disekitar kita. Nantinya oksigen tersebut digunakan dalam proses menguraikan zat glukosa sehingga nantinya kita mendapatkan energi.

Berikut ini alat-alat pernapasan pada manusia beserta fungsi dan penjelasannya.


1. Rongga Hidung
Rongga hidung merupakan tempat masuknya udara pernapasan. Di dalam rongga hidung terdapat rambut dan selaput lendir yang mempunyai fungsi sebagai berikut.
  •     Menyaring debu dan kuman-kuman yang masuk bersama udara.
  •     Mengatur suhu udara yang masuk agar sesuai dengan suhu tubuh.
  •     Mengatur kelembapan udara yang masuk.
Rongga hidung dapat dibedakan menjadi 3 daerah sebagai berikut.

    Vestibulum, yaitu daerah yang berada tepat di belakang hidung.
    Daerah ujung saraf penciuman, yaitu daerah yang berada di bagian atas rongga hidung.
    Daerah pernapasan, yaitu daerah uang terbesar dari rongga hidung.


2. Faring (Tekak)
Udara pernapasan dari rongga hidung menuju ke faring. Faring terletak sejajar dengan tulang punggung yang panjangnya 12 sampai 14 cm. Faring merupakan persimpangan jalan masuk udara dan makanan, yaitu persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dengan hidung ke tenggorokan.

3. Laring (Pangkal Tenggorokan)
Setelah melalui faring, udara masuk ke laring. Laring adalah struktur kompleks berbentuk kerucut terbalik yang tersusun atas sembilan tulang rawan dan sejumlah besar otot. Tulang rawan yang terdapat pada pintu masuk laring disebut epiglotis, yang berfungsi untuk menghalangi makanan masuk ke dalam rongga hidung dan ke dalam tenggorokan ketika menelan makanan.

Di dalam laring juga terdapat selaput suara yang dapat mengatur tinggi rendah nada suara yang diperlukan. Keras lemahnya suara ditentukan oleh aliran udara yang melewati selaput suara.

4. Trakea (Batang Tenggorokan)
Trakea merupakan saluran jalan napas yang terdiri atas gelang-gelang tulang rawan. Trakea terletak di depan kerongkongan dengan panjang sekitar 10 cm.

Dinding trakea terdiri atas 3 lapis berikut ini.
  •     Lapisan luar terdiri atas jaringan ikat.
  •     Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan.
  •     Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitel bersilia. Pada lapisan ini terdapat selaput lendir yang sel-selnya berambut getar. Rambut-rambut getar berfungsi untuk menolak debu atau benda asing yang masuk bersama udara. Jika terdapat benda asing pada rambut getar, maka udara pada paru-paru akan terangsang dan mendesak benda asing tersebut untuk keluar, sehingga terjadilah bersih.

Trakea bercabang dua. Cabang batang tenggorok (trakea) tersebut dinamakan bronkus. Cabang yang satu menuju ke paru-paru kanan dan cabang yang satunya menuju ke paru-paru kiri.

5. Bronkus
Bronkus merupakan saluran penghubung antara tenggorokan dan paru-paru yang tersusun atas tulang rawan berbentuk cincin dan berfungsi sebagai tempat lalu lintas udara pernapasan. Bronkus jumlahnya sepasang, yang satu menuju ke paru-paru kanan dan yang satu menuju ke paru-peru kiri.

Bronkus yang ke kiri lebih panjang dan sempit serta kedudukannya lebih mendatar daripada bronkus yang ke kanan. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi cabang yang lebih kecil yang disebut bronkiolus.

6. Bronkiolus
Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkus sebelah kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus, sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Pada bronkiolus dindingnya lebih tipis dan salurannya lebih kecil.

Semakin kecil salurannya, semakin berkurang tulang rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrosa dengan lapisan silia. Setiap bronkiolus terakhir bermuara ke dalam seberkas kantong-kantong kecil yang disebut alveolus.

7. Alveolus
Alveolus merupakan saluran akhir dari alat pernapasan yang berupa gelembung-gelembung udara. Dindingnya tipis, lembap, dan berlekatan erat dengan kapiler-kapiler darah. Alveolus terdiri atas satu lapisan sel epitelium pipih. Pada alveolus terjadi pertukaran O2 dari udara bebas ke sel-sel darah dengan CO2 dari sel-sel darah ke udara bebas.

8. Paru-paru
Paru-paru merupakan organ pernapasan utama pada manusia. Paru-paru terletak di dalam rongga dada dan berjumlah sepasang, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri dari tiga lobus. Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru yang disebut pleura. Di antara pleura dan paru-paru terdapat cairan limfa yang berfungsi untuk melindungi paru-paru dari gesekan pada waktu kontraksi dan relaksasi.

No comments:

Post a Comment