google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html

Pelajar belajar membatik

Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerangkan malam pada kain , kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki ke khasan.

Tahun 2009 silam, saya sangat bangga mendengar pemberitaan di media bahwa batik diakui UNESCO menjadi salah satu warisan budaya dunia. Rasa cinta terhadap tanah air tentu semakin bertambah, semakin banyak kebudayaan Indonesia yang mulai melejit di cambah Internasional, selain Wayang, Keris, Angklung, Pulau Komodo, Candi Borobudur, dan lain sebagainya.

Salah satu cara untuk melatih kerjasama tim, ketekunan dan hal-hal positif lainnya bisa didapatkan melalui kegiatan edukatif kreatif Belajar Membatik.

  1. Belajar Membatik adalah kegiatan yang seru dan unik yang dapat dijadikan media untuk menggali kreatifitas kita & sahabat-sahabat.
  2. Belajar Membatik mengajarkan banyak hal seperti seni budaya, kreatifitas, karakter Indonesia & kebanggaan menjadi “Indonesia”.
  3. Belajar Membatik bisa menjadi sarana berkegiatan penuh keakraban dan keseruan antar teman, komunitas atau orang tua & anak.
  4.  Belajar Membatik juga melatih kerjasama tim, ketekunan, kesabaran, keteguhan, ketangguhan & kemandirian dalam bekerja & berusaha.
  5. Belajar Membatik dapat menjadi sarana wujudkan kecintaan terhadap Indonesia & kepedulian terhadap pelestarian seni & budaya, khususnya batik

Karena Batik selain menyimpan konsep arstistik juga mempunyai fungsi sebagai busana sehari-hari, untuk keperluan upacara (adat, tradisi, kepercayaan) bahkan status sosial. Sehingga di Indonesia setiap daerah mempunyai motif dan corak  batik yang berbeda- beda, termasuk di Jawa Timur khususnya di Pulau Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumnep) mempunyai ciri khas motif yang berbeda-beda.
Pada saat ini, teknologi yang semakin tinggi sehingga muncul adanya batik cap yang motifnya sangat variatif hal ini merupakan ancaman terhadap batik tulis yang motifnya menoton terhadap motif –motif tua (kuno). Hal ini dikarenkan karena para pembatik di pamekasan sudah berusia lanjut yang kurang akan pembaharuan kreatifitas meraka.

No comments:

Post a Comment