google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html

Tahu tentang Berbagai Jenis Wawancara


Jenis-Jenis Wawancara

1. Wawancara Terstruktur
Wawancara yang dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

2. Wawancara Tidak Terstruktur
Wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan

3. Wawancara Terpimpin
Wawancara yang berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan.

4. Wawancara Bebas
Wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan

5. Wawancara Individual
Wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan seorang narasumber atau responden.

6. Wawancara kelompok
Wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan sekelompok/ sejumlah narasumber/ responden. (dalam waktu dan tempat yang sama)

7. Wawancara Konferensi
a. Wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan sejumlah narasumber dalam satu tempat dan satu waktu secara bersamaan.
b. Wawancara yang dilakukan oleh sejumlah pewawancara dengan seorang narasumber dalam tempat dan waktu yang bersamaan.

8. Wawancara Terbuka
Wawancara berdasarkan pertanyaan yang tidak terbatas/ tidak terikat jawabannya.

9. Wawancara Tertutup
Wawancara berdasarkan pertanyaan yang terikat/ terbatas jawabannya.

Ciri-Ciri Pewanwancara
1. Jujur. Tidak memanipulasi apalagi memberi sendiri tanpa melakukan wawancara. Misalnya karena rumah responden jauh, kepanasan dan terlalu capek apalagi tidak ada orang lain maka kuesioner diisi sendiri di bawah pohon atau di tempat lain.

2. Mempunyai minat. Jika pewawancara kurang berminat terhadap topik penelitian, maka hasil wawancaranya sering kurang baik. Masalah minat ini seringkali berkaitan dengan masalah kejenuhan dan kebosanan pewawancara. Misalnya, ia telah melakukan wawancara secara maraton dalam waktu yang cukup lama sehingga merasa jenuh dan bosan. Untuk mengatasi masalah itu biasanya aktivitas wawancara tidak dilakukan sebagai kegiatan tetap dan kontinue namun sebagai kegiatan tidak tetap.

3. Berkepribadian. Seorang pewawancara sudah sepantasnya tidak berperilaku berlebihan alias overacting. Bersikaplah secara luwes, fleksibel dan tidak temperamental. Ketika mengajukan pertanyaan tidak bernada tinggi dan emosional.

4. Adaptif. Ketika wawancara maka seorang pewawancara yang baik harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan responden, kebiasaan dan adat istiadatnya. Jika pewawancara dari kota sebaiknya tidak membawa kebiasaan di kota ke desa.

5. Akurasi. Pewawancara haruslah bersikap disiplin tinggi sehingga dapat melakukan wawancara dengan akurat dan cermat. Artinya ia harus mengikuti metode kerja yang telah ditentukan, dapat menerjemahkan pertanyaan dengan baik agar dimengerti responden dan kemudian mencatatnya dengan baik dan cermat.

6. Berpendidikan. Pewawancara tidak harus berpendidikan terlalu tinggi misalnya sarjana. Tingginya pendidikan justru sering membuat ia cepat jenuh dan bosan karena harus mengulang pertanyaan sama.

No comments:

Post a Comment