google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html

Mengenal Musik Keroncong Musiknya Indonesia

Keroncong adalah jenis musik khas Indonesia yang menggunakan instrumen musik dawai, flut, dan vokal. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa musik keroncong itu adalah musik yang dibawa oleh pelaut Portugis. Tetapi ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai hal ini, misalnya seperti yang dinyatakan oleh Andjar Any. Pada tahun 1969, Andjar Anny (tokoh musik, pengarang lagu, penulis) bertemu dengan Antonio Plato da Franca (konsul Portugal). Pada saat itu Andjar Any bertanya kepada sang konsul, "Apakah di Portugal ada musik keroncong, atau musik sejenis yang melahirkan musik keroncong?" "Dan jawaban sang konsul adalah tidak ada. Jangankan yang berbentuk keroncong, yang diperkirakan mirip keroncong saja tidak ada" jawabnya.

Maka dapat disimpulankan bahwa musik keroncong itu bukan musik import, paling tidak merupakan musik adaptasi nenek moyang kita terhadap musik yang datang dari luar. Kalaupun asing, yang asing adalah alat-alatnya saja. Bentuknya merupakan hasil karya nenek moyang kita. Bahkan perihal alat musik yang digunakannya bukan hanya seperti yang kita kenal sekarang, tetapi hal ini merupakan proses evolusi yang sangat panjang.

Beberapa ciri khas dari keroncng yaitu:
  • Alat musik yang bernama keroncong, yaitu ukulele/ cuk/ krung.
  • Lagu keroncong, yaitu jenis lagu yang mempunyai batasan-batasan tertentu. Salah satu contoh adalah batasan birama (baar) berjumlah 28, dengan kord yang sama meskipun berlainan lagunya. Lagu ini terbagi menjadi 3 bagian. Bagian A terdiri dari 7 birama, kemudian interlude 3 birama, disusul bagian B yang terdiri dari 10 birama, dan bagian C yang terdiri dari 8 birama.
  • Irama keroncong, yaitu sebuah irama yang mempunyai suara khas pada rythme, hasil dari petikan ukulele ditambah suara kendang dan petikan cello.

Musik keroncong memiliki empat tahap masa perkembangan yaitu:
    (a) Masa keroncong tempo doeloe (1880-1920)
    (b) Masa keroncong abadi (1920-1960)
    (c) Masa keroncong modern (1960-2000)
    (d) Masa keroncong millenium (2000-kini)


Salah satu tokoh Indonesia yang memiliki kontribusi cukup besar dalam membesarkan musik keroncong adalah Alm. Gesang. Lelaki asal kota Surakarta (Solo) ini bahkan mendapatkan santunan setiap tahun dari pemerintah Jepang karena berhasil memperkenalkan musik keroncong di sana. Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah "Bengawan Solo". Lantaran pengabdiannya itulah, Alm. Gesang dijuluki "Buaya Keroncong" oleh insan keroncong Indonesia, sebutan untuk pakar musik keroncong. Asal muasal sebutan "Buaya Keroncong" berkisar pada lagu ciptaannya, Bengawan Solo. Bengawan Solo adalah nama sungai yang berada di wilayah Surakarta. Seperti diketahui, buaya memiliki habitat di rawa dan sungai. Reptil terbesar itu dihabitatnya nyaris tak terkalahkan, karena menjadi pemangsa yang ganas. Pengandaian semacam itulah yang mendasari mengapa Alm. Gesang disebut sebagai "Buaya Keroncong".

No comments:

Post a Comment