google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html

Perjalanan Ke Borobudur


Ini lanjutan dari acara traveling kami para Blogger Pelajar di jogya ,setelah mengunjungi candi Prambanan kami mulai bergerak dan melanjutkan perjalanan kami ke Candi BOROBUDUR ( salah satu 7 keajaiban di dunia ).
Singkat cerita sampai candi tersebut sekitar jam 3 an lah, saat melihat candi Borobudur dari kejauhan ( dalam area Parkir ) saja wwiihhh berasa bulu kuduk kami berdiriii saking kagumnyaa "sangat Menakjubkan". Saat kami mulai berjalan mendekat dan makin mendekat ke arah candi kami langsung berteriak " mak kami lagi di candi Borobudur nih" wkkwkwkwk terkesan Deso ya , tapi itu salah satu ekspresi dari rasa kagum dan tidak percayanya kami karena ternyata kami saat itu telah menginjakkan kaki Di Candi borobudur yang selama ini hanya bisa kita liat dari layar kaca :))
pose dulu say cceeeesssssss ........................




Menyusuri Candi ,sambil berfoto - foto narsis , naik - naik sampai kepuncak candi ( hhmmm sangat melelahkan) karena tangga - tangga yang harus disusurin tinggi banget hhuuffff ........... tapi karena di jalani dengan "CEMANGUT and Riang " jadi rasa capek tuh rasanya iiilang cling.
hhmmm ini sang ketua bloggerpelajar ngapain usil banget pake masuk - masukan tangan dalam candi.... hhmmm kluar- keluar jari - jarinya semua brubah jadi jempol wkwkwk
nah sekarang saatnya kita mulai mengulas apa sih sejarah di balik Candi borobudur nan megah dan menakjubkan tersebut this is it the story ...........

Sejarah tentang "BOROBUDUR"
Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.
Candi Borobudur

Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.

Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.

Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.

Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

itulah sedikit Ulasan kami tentang sejarah candi borobudur ( salah satu dari 7 Keajaiban yg ada di dunia ini )
Nah sekarang saatnya kami pulang dan kembali kepenginapan :))

sampai jumpa lagi di cerita tentang perjalanan para blogger pelajar wisata sejarah di daerah jawa ya ..................

1 comment:

  1. wah fotonyaa,,hahha seperti saya kenal?maju terus blogger pelajar,,,,wish luck the best ...!cayoo BP

    ReplyDelete